Halaman

Minggu, 20 Oktober 2024

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) - Tugas 2

Two-Tier Architecture dan Three-Tier Architecture

Sebelum membahas apa itu Two-Tier Architecture dan Three-Tier Architecture, mari kita sedikit membahas apa hubungan antara kedua hal tersebut dengan sistem pendukung keputusan (SPK).

Baik two-tier maupun three-tier architecture memiliki peran penting dalam pengembangan sistem pendukung keputusan (SPK). Keduanya menyediakan kerangka kerja untuk mengatur komponen-komponen dalam sistem, namun dengan tingkat kompleksitas dan fleksibilitas yang berbeda. 

Pada dasarnya, kedua hal ini sama-sama berfokus pada pengelolaan data dan penerapan logika bisnis untuk mendukung pengambilan keputusan, dengan kata lain fokus pada data dan logika bisnis. Tetapi ada hal-hal yang pastinya juga membedakan kedua hal tersebut, diantaranya pada tingkat abstraksi dan skalabilitas. 

Sehingga untuk lebih memahami bagaimana penerapan dari kedua hal tersebut, mari kita bahas lebih detail pembahasan dalam bentuk berikut.

Berdasarkan pembahasan dalam tabel tersebut, dijelaskan beberapa perbedaan dari kedua macam lapisan arsitektur tersebut, dan berikut adalah dalam bentuk visualisasinya.



Image source : https://media.geeksforgeeks.org/wp-content/uploads/20240907155154/2.png

https://media.geeksforgeeks.org/wp-content/uploads/20240907155153/3.png

Dari pembahasan tersebut, pasti timbul pertanyaan, "Kapan untuk menggunakan?".Tentunya sebagai berikut.
- Two-tier : Cocok untuk aplikasi kecil, sederhana, dan tidak terlalu banyak perubahan.
- Three-tier : Cocok untuk aplikasi besar, kompleks, yang membutuhkan skalabilitas, keamanan, dan fleksibilitas tinggi.

Sedangkan, bagaimana contoh penerapan dalam sistem pendukung keputusan (SPK)?

Two-tier Architecture : SPK sederhana yang hanya melibatkan satu pengguna atau beberapa pengguna dalam satu lokasi, dengan data yang relatif kecil dan tidak sering berubah.

Three-tier Architecture : SPK yang melibatkan banyak pengguna dari berbagai lokasi, dengan data yang besar dan kompleks, yang membutuhkan integrasi dengan sistem lain, dan yang sering mengalami perubahan.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dijabarkan sebelumnya, pilihan antara two-tier dan three-tier tergantung pada kebutuhan spesifik dari aplikasi yang akan dibangun. Three-tier umumnya dianggap lebih baik untuk aplikasi modern karena menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih baik. Namun, two-tier masih relevan untuk aplikasi yang lebih sederhana.

Sabtu, 12 Oktober 2024

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) - Tugas 1


Sistem Pendukung Keputusan



Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem berbasis komputer yang membantu pengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah. SPK dapat membantu dalam mengatasi masalah semi-terstruktur dan tidak terstruktur, memahami informasi yang rumit, mengevaluasi alternatif, membuat keputusan yang baik. SPK terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu subsistem pengelolaan data (database), subsistem pengelolaan model (modelbase), subsistem pengelolaan dialog (userinterface).

Beberapa manfaat SPK diantaranya adalah menghemat waktu dalam memecahkan masalah, menghasilkan solusi yang lebih cepat dan dapat diandalkan, memperkuat keyakinan pengambil keputusan, memberikan keuntungan kompetitif bagi organisasi.

Tahapan penerapan SPK berdasarkan gambar tersebut adalah sebagai berikut :

1. Keputusan Semi-Terstruktur

Keputusan yang tidak sepenuhnya terstruktur atau tidak terstruktur sama sekali. Artinya, tidak ada prosedur pasti untuk menyelesaikan masalah ini. SPK membantu memberikan informasi dan alternatif solusi untuk masalah yang kompleks dan tidak memiliki solusi tunggal yang jelas.

2. Untuk Manajer di Berbagai Tingkatan

SPK dapat digunakan oleh manajer dari berbagai level dalam organisasi, mulai dari tingkat atas hingga tingkat bawah. Membantu manajer dalam mengambil keputusan strategis maupun operasional, sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.

3. Untuk Kelompok dan Individu

SPK dapat digunakan baik oleh individu maupun kelompok dalam pengambilan keputusan. Memfasilitasi kolaborasi dan berbagi informasi dalam pengambilan keputusan kelompok, serta memberikan dukungan individu dalam menyelesaikan masalah.

4. Keputusan yang Saling Bergantung atau Berurutan

SPK dapat menangani situasi di mana keputusan satu bergantung pada keputusan lainnya. Membantu menganalisis dampak dari suatu keputusan terhadap keputusan lainnya, sehingga dapat diambil keputusan yang lebih komprehensif.

5. Mendukung Intelijen, Desain, dan Pilihan

SPK tidak hanya membantu dalam pengambilan keputusan, tetapi juga dalam proses berpikir kreatif, perancangan solusi, dan pemilihan alternatif. Meningkatkan kualitas keputusan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kreativitas dan inovasi.

6. Mendukung Berbagai Gaya dan Proses Pengambilan Keputusan

SPK dapat mengakomodasi berbagai gaya dan pendekatan dalam pengambilan keputusan. Memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam memilih metode yang paling sesuai dengan preferensi dan situasi mereka.

7. Dapat Disesuaikan dan Fleksibel

SPK dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pengguna yang berbeda-beda. Meningkatkan relevansi dan kegunaan SPK dalam berbagai konteks.

8. Kemudahan Penggunaan

SPK dirancang dengan antarmuka yang user-friendly sehingga mudah digunakan oleh pengguna yang tidak memiliki latar belakang teknis. Meminimalkan waktu dan upaya yang diperlukan untuk mengoperasikan SPK.

9. Efektivitas, Bukan Efisiensi

Fokus utama SPK adalah pada kualitas keputusan, bukan seberapa cepat keputusan diambil. Memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang tepat, meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama.

10. Manusia Mengontrol Mesin

SPK adalah alat bantu yang dioperasikan oleh manusia. Keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. Memastikan bahwa manusia tetap berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan.

11. Penggunaan yang Evolusioner

SPK dapat terus dikembangkan dan disesuaikan seiring berjalannya waktu. Memastikan SPK tetap relevan dan efektif dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.

12. Kemudahan Pembuatan

SPK dapat dibangun dengan relatif mudah, baik dengan menggunakan perangkat lunak yang sudah ada maupun dengan mengembangkan sendiri. Memungkinkan organisasi untuk memiliki SPK yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

13. Permodelan

SPK menggunakan berbagai model matematis dan statistik untuk menganalisis data dan menghasilkan informasi yang relevan. Membantu dalam mengidentifikasi pola, tren, dan hubungan antara berbagai variabel.

14. Pengetahuan

SPK menggabungkan data dengan pengetahuan ahli untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih baik. Memanfaatkan keahlian manusia untuk meningkatkan kualitas keputusan. Secara keseluruhan, SPK adalah alat yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusan dalam berbagai situasi. Dengan berbagai karakteristik dan kemampuan yang dimilikinya, SPK dapat membantu organisasi dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas keputusan.