Two-Tier Architecture dan Three-Tier Architecture
Sebelum membahas apa itu Two-Tier Architecture dan Three-Tier Architecture, mari kita sedikit membahas apa hubungan antara kedua hal tersebut dengan sistem pendukung keputusan (SPK).
Baik two-tier maupun three-tier architecture memiliki peran penting dalam pengembangan sistem pendukung keputusan (SPK). Keduanya menyediakan kerangka kerja untuk mengatur komponen-komponen dalam sistem, namun dengan tingkat kompleksitas dan fleksibilitas yang berbeda.
Pada dasarnya, kedua hal ini sama-sama berfokus pada pengelolaan data dan penerapan logika bisnis untuk mendukung pengambilan keputusan, dengan kata lain fokus pada data dan logika bisnis. Tetapi ada hal-hal yang pastinya juga membedakan kedua hal tersebut, diantaranya pada tingkat abstraksi dan skalabilitas.
Sehingga untuk lebih memahami bagaimana penerapan dari kedua hal tersebut, mari kita bahas lebih detail pembahasan dalam bentuk berikut.
Sedangkan, bagaimana contoh penerapan dalam sistem pendukung keputusan (SPK)?
- Two-tier Architecture : SPK sederhana yang hanya melibatkan satu pengguna atau beberapa pengguna dalam satu lokasi, dengan data yang relatif kecil dan tidak sering berubah.
- Three-tier Architecture : SPK yang melibatkan banyak pengguna dari berbagai lokasi, dengan data yang besar dan kompleks, yang membutuhkan integrasi dengan sistem lain, dan yang sering mengalami perubahan.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dijabarkan sebelumnya, pilihan antara two-tier dan three-tier tergantung pada kebutuhan spesifik dari aplikasi yang akan dibangun. Three-tier umumnya dianggap lebih baik untuk aplikasi modern karena menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih baik. Namun, two-tier masih relevan untuk aplikasi yang lebih sederhana.

